HUKUM ZIKIR SIRR, JIHAR DAN BERJAMA’AH SERTA DALIL-DALILNYA[1]
سألت أكرمك الله عما اعتاده السادة الصوفية من عقد حلق[2] الذكر والجهر به في المساجد ورفع الصوت بالتهليل وهل ذلك مكروه أولا ؟
Aku bertanya kepadamu, semoga Allah swt memuliakanmu (Syaikh ‘Allamah As-Sayuthi), tentang tradisi pemuka-pemuka ulama sufi: mengadakan halaqah dan mengeraskan suara zikir dalam mesjid serta mengangkat suara tahlil, apakah semua itu makruh atau tidak?”
الجواب : أنه لا كراهة في شيء من ذلك ، وقد وردت أحاديث تقتضي استحباب الجهر بالذكر ، وأحاديث تقتضي استحباب الإسرار به ، والجمع بينهما أن ذلك يختلف باختلاف الأحوال والأشخاص كما جمع النووي بمثل ذلك بين الأحاديث الواردة باستحباب الجهر بقراءة القرآن )والأحاديث( الواردة باستحباب الإسرار بها وها أنا أبين ذلك فصلاً فصلاً
Beliau (Syaikh ‘Allamah As-Sayuthi) menjawab:
Sesungguhnya semua itu tidak ada satupun yang makruh ! Sesungguhnya banyak datang hadits yang menunjukkan sunat menyaringkan suara zikir dan banyak pula hadits yang menganjurkan sirr, sehingga perlu dijama’ (dikompromikan), bahwa terjadi perbedaan itu (nash jihar dan sir) dikarenakan perbedaan kondisi dan pribadi. Hal yang sama juga dilakukan Nawawi, menjama’ antara hadits-hadits tentang sunat jihar dan sirr membaca Al-Quran. Begitulah. Sekarang aku akan menjelaskan tentang mengeraskan suara zikir sejelas-jelasnya.
ذكر الأحاديث الدالة على استحباب الجهر بالذكر تصريحاً أو التزاماً
Lalu beliau menyebut hadits-hadits yang menunjuk disunatkannya mengeraskan suara zikir, baik shareh (secara langsung) atau iltizam (secara tersirat).
الحديث الأول : أخرج البخاري عن أبي هريرة قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلّم : ( يقول الله : أنا عند ظن عبدي بي وأنا معه إذا ذكرني فإن ذكرني في نفسه ذكرته في نفسي وإن ذكرني في ملا[3] ذكرته في ملا خير منه ) والذكر في الملاً لا يكون إلا عن جهر
HADITS KE- 1.
Bukhari mengeluarkan dari Abu Hurairah berkata: ‘berkata Rasulullah saw: ‘berkata Allah swt: “Aku menurut sangkaan hambaKu kepadaKu, Aku bersamanya bila dia menyebutKu. Kalau dia menyebutKu dalam dirinya (siir) Akupun menyebut dia dalam diriKu (siir). Dan bila dia menyebutKu dalam sebuah jama’ah, Akupun menyebut dia dalam jama’ah yang lebih baik (banyak) dari jama’ah dia . ( Syaikh mengomentari hadits ini :”zikir dalam jama’ah tidak lain selain jihar”).
الحديث الثاني : أخرج البزار ، والحاكم في المستدرك وصححه عن جابر قال : ( خرج علينا النبي صلى الله عليه وسلّم فقال : ( يا أيها الناس إن لله سراياً[4] من الملائكة تحل وتقف[5] على مجالس الذكر في الأرض فارتعوا في رياض الجنة ) ، قالوا : وأين رياض الجنة ؟ قال : ( مجالس الذكر فاغدوا وروحوا[6] في ذكر الله )
HADITS KE-2.
Al-Bazzar dan Hakim mengeluarkan dalam Mustadrak sekaligus mentashhihkannya dari Jabir berkata: Rasulullah saw muncul kepada kami, lalu beliau berkata: “Wahai, manusia, sesungguhnya Allah swt punya Malaikat Saraya (terbang malam) yang berhenti pada majelis-majelis zikir di bumi. (Karena itu), maka ramaikanlah ‘kebun surga’.” Sahabat bertanya: “Dimana kebun surga?”. Beliau menjawab: ”majelis-majelis zikir, hendaknya kalian selalu menyebut Allah swt pagi dan petang”.
الحديث الثالث : أخرج مسلم ، والحاكم واللفظ له عن أبي هريرة قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلّم : ( إن لله ملائكة سيارة وفضلاء يلتمسون[7] مجالس الذكر في الأرض فإذا أتوا على مجلس ذكر حف[8] بعضهم بعضاً بأجنحتهم إلى السماء فيقول الله : من أين جئتم ؟ فيقولون جئنا من عند عبادك يسبحونك ويكبرونك ويحمدونك ويهللونك ويسألونك ويستجيرونك ، فيقول : ما يسألون وهو أعلم ؟ فيقولون : يسألونك الجنة ، فيقول : وهل رأوها ؟ فيقولون : لا يا رب ، فيقول : فكيف لو رأوها ؟ ثم يقول : ومم يستجيروني وهو أعلم بهم ؟ فيقولون من النار ، فيقول : وهل رأوها فيقولون لا ، فيقول : فكيف لو رأوها ، ثم يقول : أشهدوا أني قد غفرت لهم وأعطيتهم ما سألوني وأجرتهم مما استجاروني ، فيقولون : ربنا إنا فيهم عبداً خطاء جلس إليهم وليس منهم ، فيقول : وهو أيضاً قد غفرت له هم القوم لا يشقي بهم جليسهم )
HADITS KE-3.
Muslem dan Hakim mengeluarkan dengan lafadh Hakim dari Abu Hurairah berkata: berkata Rasulullah saw:”Sesungguhnya Allah swt punya Malaikat Sayyarah (pejalan malam) yang utama yang mencari majelis-majelis zikir. Bila mereka mendatangi dan menemukannya segera mengepak sayap terbang ke langit. Allah swt bertanya:”Darimana kalian?”. Mereka menjawab:”Dari sisi hambaMu yang sedang bertasbih, bertakbir, bertahmid, bertahlil, berdoa dan meminta dijauhkan”. Lalu Allah swt bertanya lagi:”Apa yang mereka minta?” (Allah swt lebih tahu segalanya). Malaikat menjawab:”SurgaMu”. Allah swt bertanya:”Pernahkah mereka melihat Surga?”. “Tidak, ya, Rabbi”. Allah bertanya:”Bagaimana kalau mereka pernah melihat?”.Selanjutnya Allah swt bertanya lagi:”Dari apa mereka minta dijauhkan?” (Allah mahatahu segalanya tentang mereka). Malaikat menyahut:”Dari neraka!” “Pernahkah mereka melihat neraka”. Malaikat:”Belum”. “Bagaimana kalau mereka pernah melihatnya” tanya Allah swt lagi. Kemudian, Allah swt berfirman:”Saksikanlah, sesungguhnya aku telah mengampuni mereka, memberi apa yang mereka minta padaKu, menjaukan dari apa yang mereka minta dijauhkan kepadaKu. Malaikat mengatakan :”Tapi, dalam kalangan mereka ada seorang hamba berdosa ,dia bukan bagian mereka”. Allah swt menjawab:”Dia juga telah Kuampuni, karena kaum itu tidak mencelakakan orang-orang yang duduk bersama mereka”.
الحديث الرابع : أخرج مسلم ، والترمذي عن أبي هريرة ، وأبي سعيد الخدري رضي الله تعالى عنهماقال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلّم:(مامن قوم يذكرون الله إلا حفتهم[9] الملائكة وغشيتهم الرحمة ونزلت عليهم السكينة وذكرهم الله فيمن عنده )
HADITS KE-4.
Muslem dan Tarmizi mengeluarkan dari Abu Hurairah dan Abu Said Al-Khudri ra berkata: berkata Rasulullah:”Tidaklah suatu kaum yang berzikir kepada Allah swt melainkan dikelilingi para Malaikat, dilimpahkan rahmat, diturunkan ‘sakinah’(ketenangan jiwa) kepada mereka serta Allah swt menyebut-nyebut[10] mereka kepada siapa saja yang berada disisiNya”.
الحديث الخامس : أخرج مسلم ، والترمذي عن معاوية : ( أن النبي صلى الله عليه وسلّم خرج على حلقة من أصحابه فقال : ما يجلسكم ؟ قالوا : جلسنا نذكر الله ونحمده ، فقال : ( إنه أتاني جبريل فأخبرني أن الله يباهي بكم الملائكة )
HADITS KE-5.
Muslem dan Tarmizi mengeluarkan dari Mu’awiyah: Sesungguhnya Nabi saw keluar kepada satu halaqah zikir sahabat, lalu bertanya:”Mengapa kalian duduk-duduk?”. Mereka menjawab:”Kami duduk untuk berzikir dan memuji Allah swt”. Beliau berkata:”Sesungguhnya Jibril as baru saja datang dan memberikan tahukan, bahwa Allah swt membanggakan kalian kepada para Malaikat”.
الحديث السادس : أخرج الحاكم وصححه ، والبيهقي في شعب الإيمان عن أبي سعيد الخدري قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلّم : ( أكثروا ذكر الله حتى يقولوا مجنون )
HADITS KE-6.
Hakim mengeluarkan sekaligus mentashihkannya dan Baihaqi dalam ‘Sya’bil iman’ dari Abu Sa’id Al-Khudri berkata: berkata Rasulullah:”Perbanyakkanlah zikir sehingga mereka (munafiq) mengatakan kalian ‘orang gila’.
الحديث السابع : أخرج البيهقي في شعب الإيمان عن أبي الجوزاء رضي الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلّم : ( أكثروا ذكر الله حتى يقول المنافقون إنكم مراؤون ) مرسل ، ووجه الدلالة من هذا والذي قبله أن ذلك إنما يقال عند الجهر دون الإسرار
HADITS KE-7.
Baihaqy mengeluarkan dalam ‘sya’bil iman’ dari Abu Jauzak ra berkata: berkata Rasulullah saw:”Perbanyakkanlah zikir kepada Allah swt sampai orang-orang munafiq mengatakan: ‘kalian gila!” Hadits Mursal. Cara penunjukan (pendalilan) hadits ini dan sebelumnya, bahwa itu semua hanya mungkin dikatakan pada zikir jihar bukan sirr.[11]
الحديث الثامن : أخرج البيهقي عن أنس قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلّم : ( إذا مررتم برياض الجنة فارتعوا ) قالوا : يا رسول الله وما رياض الجنة ؟ قال : ( حلق الذكر )
HADITS KE-8.
Baihaqi mengeluarkan dari Anas ra berkata: berkata Rasulullah saw:”Bila kalian melewati (menemukan) kebun surga ramaikanlah dia”. Sahabat bertanya:”Ya, Rasulullah saw, mana kebun surga?” Beliau menjawab:” halaqah-halaqah (jama’ah) zikir!”
الحديث التاسع : أخرج بقي بن مخلد عن عبد الله بن عمرو : ( أن النبي صلى الله عليه وسلّم مر بمجلسين أحد المجلسين يدعون الله ويرغبون إليه والآخر يعلمون العلم فقال : ( كلا المجلسين خير وأحدهما أفضل من الآخر )
HADITS KE-9.
Baqi bin Makhlad mengeluarkan dari Abdullah bin Umar ra: Sesungguhnya Nabi melewati dua majelis, salah satunya mereka menyeru (zikir) dan mengagungkan Allah swt, satunya lagi mengajarkan ilmu. Beliau berkata:’kedua-duanya baik, tapi salah satunya lebih baik!’
الحديث العاشر : أخرج البيهقي عن عبد الله بن مغفل قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلّم : ( ما من قوم اجتمعوا يذكرون الله إلا ناداهم مناد من السماء قوموا مغفوراً لكم قد بدلت سيئاتكم حسنات )
HADITS KE-10.
Baihaqy mengeluarkan dari Abdullah bin Mughaffal berkata: berkata Rasulullah saw: “Tidaklah kaum yang berkumpul berzikir kepada Allah swt kecuali mereka dipanggil para pemanggil dari langit:’bangunlah kalian dalam keadaan diampuni, sungguh dosa-dosa kalian telah digantikan dengan kebaikan”.
الحديث الحادي عشر : أخرج البيهقي عن أبي سعد الخدري عن النبي صلى الله عليه وسلّم قال : ( يقول الرب تعالى يوم القيامة : سيعلم أهل الجمع اليوم من أهل الكرم فقيل ومن أهل الكرم يا رسول الله ؟ قال : مجالس الذكر في المساجد )